Seoul South Korea 11-15 Sept 2018 Part 1: Seninya Mempersiapkan Semuanya SENDIRI!

Helooo!

Selamat malam tanggal 12 Maret 2020. 

Ini adalah cerita flashback soal trip pertamaku ke luar negeri yang jauh dan membutuhkan administrasi yang lumayan riweuh! Yaaakkk, ini trip honeymoon yang sudah kuimpikan dari dulu. Yang hampir gagal tapi karena sebuah ketidaksengajaan, akhirnya terjadiiiiii 🙌 

Nah, ketidaksengajaan ini bisa jadi tips buat kalian yang pingin banget jalan-jalan dengan tiket murah. Apakah ketidaksengajaan itu? Hahaha, dibaca sampai habis ya 😊

Oiya, mohon maaf ya kalau ilustrasinya kurang. Kemarin belum kepikiran mau ngeblog jadi emang ga punya terlalu banyak gambar hehehe...🙇

STEP 1: Klise, DREAM BIG!

Trip ini awalnya cuma dari kebanyakan nonton drakor yang berakhir pingin bener-bener kesana. Selain itu, sempet mikir dengan budget yang sama untuk honeymoon, pilihannya adalah hura-hura 2 minggu di Bali atau budget trip seminggu tapi ke Korea. 

Awalnya udah mau milih Bali aja karena Korea kayaknya ga cocok budgetnya. Nah, akhirnya ini dia tips pertama yang harus kalian lakukan. Iseng (atau halusnya: rajin-rajin) aja tiap hari check Traveloka dan AirAsia apps. Keisengan ini bener-bener membuka kesempatan ke aku untuk pergi Korea lho. Mungkin banyak yang mikir aku kerajinan tiap hari ngecek travel agent begini. But, this is the art of budget traveling guys. Trust me!


Invoice tiket AirAsia

So, hari itu adalah 4 bulan sebelum wedding. Hari itu kita sudah memutuskan untuk pergi ke Bali aja. Tapi, tiba-tiba pak suami (yang masih calon ya waktu itu) bilang dia mau cek untuk terakhir kalinya tiket PP ke Korea. Daaannn, TADAAAAA muncul flight selipan di apps AirAsia yang sebelumnya ga pernah ada schedule itu! Total PP cuma IDR 6.7jt untuk 2 orang dimana ini bedanya cuma sekitar 1jutaan sama pp ke Bali karena wedding date kita itu kebetulan long weekend. So, YES! LANGSUNG KLIK!! 💃

STEP 2: Start Planning. Create itinerary dan budgeting!

Kalau belum pernah pergi ke satu negara tertentu, bikin itinerary sendiri itu menantang banget sih. Jujur akupun pusing banget waktu create itinerary karena gak ada bayangan lokasinya kayak gimana, jarak sebenarnya kayak gimana, dan waktu tempuhnya seberapa lama. Jadi selama create itinerary, aku buat highlightnya dulu per hari. Ini lumayan membantu juga lho. Jadi tentuin dulu hari pertama sampai terakhir itu tujuan utamanya kemana, baru deh cari nearby attraction-nya. 


Ini yang aku maksud hightlight

Ada 1 lagi yang sangat membantu yaitu rajin-rajin baca travel blog atau nonton travel vlog orang supaya ada bayangan tentang negara yang mau dikunjungin. Kalau untuk makan, cheating method nya adalah aku googling aja attractions yang mau aku visit, terus aku cek nearby restaurant atau aku pake teknologi 360°views di google maps. At least ini membantu memberikan real views buat kita yang belum tau lokasi.

Berhubung ini adalah budget trip dan aku orangnya detail sekali, aku sampe cari menu dan harga dari semua makanan yang mau aku makan. Meskipun akhirnya gak semua kesampean, tapi ini super membantu sih buat aku. Setidaknya aku bisa menghitung berapa budget yang harus aku keluarkan untuk makan. LOL!


Sedetail ini

STEP 3: Akomodasi, sesuaikan dengan kepentingan 👫

Korea Selatan adalah negara yang sudah sangat paham kalau sektor pariwisatanya melonjak setelah KPOP booming luar biasa. Maka untuk sektor akomodasi, mereka bisa dibilang udah cukup mempersiapkan dengan baik mulai dari  yang murah sekali sampai yang mahal sekalipun ada. 

Contohnya aja nih, kalo buat penggemar drakor pasti sering merhatiin kalo selalu ada karakter yang memerankan orang miskin dan tinggal di rooftop. Nah, supaya turis-turis bisa merasakan itu, banyak rooftop room yang disewakan dengan harga yang affordable untuk akomodasi traveler


Miripkan sama yang ada di drama Korea?

Semuanya jenis akomodasi di Korea Selatan bisa dibilang mudah untuk diakses. Kalian bisa pake aplikasi Traveloka, Airbnb, Booking.com, Agoda, dan masih banyak lagi. Aku sendiri, kemarin memutuskan untuk pake Airbnb karena aku berpikiran trip ini pasti banyak istirahatnya berhubung aku berangkat bener-bener H+1 wedding day yang sebenernya masih hectic banget (dan beneran kejadian hari pertama tepar banget sampe itinerary gatot semua 😅)

Aku pilih kamar dengan bentuk apartemen studio di daerah Myeongdong. Daerah ini banyak banget turisnya jadi aku ngerasa untuk pemula kayak aku rasa pas karena banyak yang bisa bahasa Inggris. Bahkan ada yang bisa sedikit bahasa Indo. LOL! Ini penting juga lho buat jadi pertimbangan karena perbedaan bahasa itu bisa jadi penghalang dalam komunikasi. Meskipun aku bisa sedikit-sedikit bahasa Korea, aku belum pede banget untuk facing all the native Korean. 


Apartemen studio di kawasan Myeong-dong

Tinggal di model apartemen ini juga aman karena ada kompor, microwave, dan kettle air panas buat bikin sarapan di hari terakhir dimana aku harus pulang dengan pesawat yang cukup pagi. Lumayan bisa isi perut pake ramen instan dan korean fried chicken yang aku panasin lagi hehehe. Untuk yang cenderung packing light stuff, apartemen biasanya punya mesin cuci yang bisa kalian pakai dan ada tempat jemur juga. 

Yang terpenting, TOILETNYA ADA BIDET alias SEMPROTAN AIR! Hahaha karena aku ga betah banget kalo habis melakukan toilet business itu bebersih cuma pake tisu. So this apartment cukup considerate dengan toilet yang nyaman buat aku, terlebih karena aku tend to spend a lot of time di toilet 😆


Cr: Google

Ini yang dimaksud sama bidet

Sekali lagi berhubung ini honeymoon, aku pilih kamar yang feels like home. Buat aku sih tempat ini enak banget. Berasa kayak punya rumah sendiri. Deket banget sama stasiun subway, ada supermarket di bawah, dan deket sama pusat keramaian Myeongdong. 

Tapi, untuk trip di tahun 2020 ini, aku akan lebih memilih stay di hotel karena aku mau memanfaatkan waktuku dengan baik untuk explore lebih banyak tempat Korea Selatan. Untuk tau lebih jelas, stay tuned ya untuk blog selanjutnya. 

STEP 4: Urus visa. THIS IS THE HARDEST PART OF ALL! 😢

Kalo untuk visa, secara lebih detail aku akan bahas di blog tersendiri aja ya karena isinya pasti panjang banget. Dan berhubung aku akan pergi ke Korea lagi di tahun ini, aku bakalan insert juga updates untuk aplikasi visa terbaru. Tapi sebelumnya, ayo sama-sama berdoa semoga Corona Pandemic yang mengerikan ini segera tertangani ya supaya traveling plans yang udah kita semua susun bisa terpenuhi. AMIN! 🙇

Untuk bagian ini aku mau share sedikit tips buat kalian yang misalnya tinggal di luar kota jakarta (kayak aku sekarang) untuk urus visa ke Korea. Waktu itu aku kebetulan lagi ribet banget sama urusan kawinan dan kerjaan jadi aku gak sempat urus visa sendiri. Jadi, aku memutuskan untuk menggunakan bantuan dari travel agent dan waktu itu aku memakai bantuan dari Gapura Wisata karena kebetulan ini punya adiknya seniorku di kantor. 


Ini form visa yang harus diisi bener-bener

Aku kontakan sama ownernya langsung dan mereka berpengalaman banget. Aku konsultasi kondisi aku yang kerja kantoran dan suami yang kerjanya penerus usaha keluarga. Dokumen apa aja yang dibutuhkan dan dia bener-bener tau apa yang harus dilakukan. Bahkan, visa si pak suami awalnya sempat ditolak dokumen pendukung dianggap kurang kuat. Bayangkan! Lagi stress kerjaan dan udah deket hari H kawinan, pake ditolak pula visanya. 😭

Akupun konsultasi lagi dengan perasaan yang udah cukup frustasi dan si koko owner dengan sabar menghadapi aku dan mencarikan solusi. Katanya kalo sudah ditolak, gak bisa langsung apply lagi. Padahal waktu keberangkatan udah mepet. Udah stress banget soalnya apply visa itu sekitar 2 minggu prosesnya. Akhirnya re-apply setelah aba-aba dari si koko dan finally, YES VISA KAMI APPROVED!!


Last minute approval
Nah back to this point, "visa gak bisa langsung apply lagi kalau sudah 1x ditolak". Korea sekarang ini cukup ketat seleksi turis karena banyak turis yang menyelundup pake visa holiday tapi terlalu betah sampe menetap dan bekerja di sana. WOW! Maka dari itu, cek kelengkapan dokumen berulang kali ya guys. Jangan sampe ada yang ke skip deh pokoknya. Selain biayanya jadi double, deg-degannya itu ga ketolongan...

Untuk travel yang membantu aku, ini ya infonya 💁

PT. Gapura Wisata Tour and Travel

The Mansion Bougenvile Tower Fontana lantai 16 C2 
Jl. Trembesi blok D Bandar Baru Kemayoran
Pademangan Timur
Jakarta Utara 14410

Phone     :  +6221-29923405
HP          : +628118121286
Email      : wisatagapura@gmail.com

Ticketing : ticketinggapura@gmail.com
Website   : http://gapura-wisata.com/

STEP 5: Download aplikasi peta

Di Korea, aku sendiri sangat terbantu dengan pake GoogleMaps. GoogleMaps kalo di iOS itu kalian harus download ya. Aku jujur aja agak kesulitan pake Maps yang aplikasi bawaan iOS entah kenapa. Kalo pake GoogleMaps, kalian bisa liat gate out subway terdekat dengan tujuan kalian, bahkan sampai schedule bus pun ada dan semua tepat waktu lho! 


Cr: Google

GoogleMaps dan Naver Map


Note: Kalo menurut info orang-orang yang udah lebih berpengalaman, katanya di Korea aplikasi NaverMap itu lebih kepake dan berguna. Aku pribadi sih belum pernah coba. Tapi, untuk trip selanjutnya mungkin akan kucoba. 

STEP 6: Pelajari bahasa Korea untuk basic communication

Ini lumayan penting! Korea itu sebenernya tourist friendly. Di spot-spot wisata banyak local guide yang siap di tanya-tanya dengan vest yang bertuliskan bahasa yang mereka kuasai (sayangnya aku ga punya fotonya). Di subway station pun begitu. Tapi, mereka banyak mempergunakan orang-orang tua yang sudah tidak produktif juga disana. Jadi kadang ada yang bahasa Inggrisnya agak kurang jelas. 

Untuk di pasar-pasar juga aku menemukan kalau kamu bisa sedikit bahasa Korea tuh ada keuntungannya. Contohnya, aku di Namdaemun sempat nawar-nawar sama penjual rumput laut. Mereka gak kasih diskon sih, tapi aku dikasih bonus. Lumayan laaah 😎👍


Senang banget dikasih bonus!

Dulu, aku banyak pake aplikasi yang namanya LearnKorean buat belajar. Tapi entah kenapa setelah ganti hp dan aku mau download lagi, kok accountnya hilang padahal dulu aku pake premium account 😢 Tapi masih banyak jalan menuju Roma. Jaman sekarang, kita bisa belajar simple Korean dari Youtube. Udah gitu, bisa juga pake aplikasi Google Translate. Kalau di Korea kalian kebingungan dengan rambu-rambu yang pake huruf Korea, tinggal pake fitur camera nya dan scan. Voila! Kalian pasti dapat jawabannya. 

STEP 7: Packing supertips! 

Sebelum berangkat, cek dulu weather forecast tempat tujuan. Ini SUPER PENTING! Jangan sampai kalian salah packing karena ngaruh juga ke bagasi. Jangan cuma berpatokan sama "oh bulan September itu udah masuk fall jadi udaranya dingin". Salah!


Kemarin aku pergi di bulan September yang hitungannya peralihan summer ke fall (autumn) dan ternyata... panas! Padahal udah bawa jaket tebel-tebel di koper kecil soalnya aku ga tahan dingin. Akhirnya gak kepake dan kopernya gak tersentuh sama sekali. Sia-sia 😭 Ini kesalahanku sih di kali pertama aku ke Korea. 


Overpacking

Nah kalau kalian cek di Google, biasanya ada forecast dari Accuweather yang cukup akurat. Dia gak memberikan exact forecast karena cuaca sekarang susah ditebak, tapi dia kasih range perkiraan suhu tertinggi dan terendah setiap hari. Lumayan buat patokan baju apa yang cocok di bawa. 



Contoh perkiraan bulan April 2020

FYI, Accuweather ini cuma bisa tunjukkin forecast selama 3 bulan. Artinya, kalian harus mulai cek dari 3 bulan sebelum hari kepulangan supaya bisa kira-kira cuaca selama trip. Ini dia pengaplikasian pepatah sedia payung sebelum hujan yang sesungguhnya. 😎
Oke udah pusing belum bacanya? Hahaha udah kan? Okelah.

Sampe sini dulu aja deh kali ini. Untuk soal visa, akan kubahas berikutnya ya!

Kalo ada yang mau tanya, silahkan isi kolom comment. Dengan senang hati pasti aku bakal bantu jawab sesuai dengan apa yang aku tau. Atau boleh juga hubungin melalui instagram aku di @clarajudijanto hehehe.

HAPPY PLANNING SEMUANYAAA!! 🙆


Comments

Popular posts from this blog

Seoul South Korea 11-15 Sept 2018 Part 2: Mengurus Visa Korea (2018)

Kembali ke Dunia Blog